Pelatih Red Sparks Menangis Lihat Perjuangan Megawati cs di Game 2

1 day ago 6

FINAL LIGA VOLI KOREA

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 21:00 WIB

Pelatih Red Sparks Ko Hee Jin bersyukur hingga menangis meski Megawati Hangestri Pertiwi cs kalah dari Pink Spiders di game kedua final Liga Voli Korea. Ko Hee Jin menangis menyaksikan perjuangan keras para pemain Red Sparks. (Dok. Korea Volleyball Federation KOVO)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Red Sparks Ko Hee Jin bersyukur hingga menangis meski Megawati Hangestri Pertiwi cs kalah dari Pink Spiders di game kedua final Liga Voli Korea, Rabu (2/4).

Bertanding di Incheon Samsan World Gymnasium, Red Sparks harus menelan kekalahan 2-3 dari Pink Spiders (25-23, 25-18, 22-25, 12-25, 12-15).

Red Sparks sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul di dua set awal dengan skor 25-23 25-18. Sayang, Megawati dkk gagal mempertahankan keunggulan setelah kalah di tiga set terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Megawati sebenarnya tampil moncer pada laga kedua final Liga Voli Korea di Incheon. Bintang voli Indonesia tersebut berhasil menjadi top skor di laga ini dengan mencetak 25 poin.

Vanja Bukilic yang baru pulih dari cedera pun sukses mendulang 22 poin setelah berjuang habis-habisan di lapangan. Hanya saja perjuangan keras Bukilic-Megawati belum dapat membawa Red Sparks menang di laga kedua.

Ko Hee Jin berterima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang keras meski harus melawan cedera.

"Kalah di pertandingan kedua menjadi situasi yang sulit dan berat. Namun, para pemain yang terus berjuang meski melawan sakit, pantas mendapatkan applaus," kata Ko Hee Jin dikutip News1.

"Rasa sakit itu pasti tak tertahankan. Tetapi melihat mereka bermain dan mampu melewati rasa sakit itu telah membuat saya menangis," ujar Ko Hee Jin menambahkan.

Ko Hee Jin juga tak segan melayangkan pujian kepada tim lawan, terutama untuk Kim Yeon Koung Si Ratu Voli Korea.

"Penampilan Kim Yeon Koung hari ini sungguh luar biasa. Dalam tiga tahun saya sebagai pelatih bola voli putri, hari ini adalah yang terbaik."

"Rasanya seperti Leonardo Leyva yang biasa melepaskan spike melewati tiga pemblokir. Saya tidak bisa meminta (Jeong) Ho Young dan Mega untuk memblokir pukulan sebagus itu," tutur Ko Hee Jin.

Hasil ini membuat Red Sparks tertinggal 02 di final Liga Voli Korea dari dua game yang dilakoni. Sebelumnya Red Sparks juga kalah 0-3 pada laga pertama yang berlangsung di Incheon pada Senin (31/3).

Ko Hee Jin memastikan Red Sparks bakal bangkit di game ketiga yang akan berlangsung di kandang mereka, Daejon Chungmu Gymnasium, Jumat (6/4).

"Saya akan memastikan bahwa final yang kita raih untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir, tidak akan berakhir dalam tiga pertandingan," Ko Hee Jin menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

(jun)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi