CNN Indonesia
Kamis, 27 Feb 2025 16:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Declan Rice dilaporkan ribut dengan bek Gabriel Magalhaes setelah Arsenal ditahan Nottingham Forest 0-0 pada matchday ke-27 Liga Inggris di Stadion The City Ground, Kamis (27/2) dini hari WIB.
Arsenal membuang kesempatan menjaga jarak dengan Liverpool pada pekan ini setelah diimbangi Nottingham dalam laga tandang.
The Gunners unggul telak dalam penguasaan bola, namun kesulitan menciptakan peluang gol. Absennya nama-nama besar di lini depan seperti Kai Havertz, Gabriel Jesus, hingga Bukayo Saka membuat Arsenal minim variasi serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa para pemain spesialis di lini depan, klub asal London ini praktis mengandalkan bola-bola mati yang menjadi tanggung jawab Rice.
Akan tetapi gelandang timnas Inggris itu juga gagal menjalankan tugasnya, baik sebagai pengumpan atau eksekutor. Tendangan bebas terakhir Rice mengenai pemain pertama, peluang Arsenal mencetak gol terbuang percuma.
Terjegal di City Ground membuat sejumlah pemain frustrasi, tidak terkecuali Declan Rice yang meluapkan kemarahan kepada Gabriel. Dikutip dari Mirror, setelah laga usai Rice berhadapan dengan Gabriel.
Dalam video TNT Sports, Rice terlihat memberikan isyarat dan berteriak kepada bek asal Brasil itu. Gabriel sendiri tidak bereaksi dengan kelakukan Rice. Tidak diketahui apa yang jadi pemicu kemarahan Rice kepada Gabriel.
Kendati gagal menjaga jarak dengan Liverpool, pelatih Arsenal Mikel Arteta memberikan pujian kepada anak asuhnya.
"[Kami menunjukkan] karakter yang tidak perlu dipertanyakan lagi, betapa menginginkannya [untuk memenangkan pertandingan] dan mencobanya," ujar Arteta.
"Kami mendominasi permainan. Kami mencoba dengan berbagai cara. Kami bersikeras tetapi tidak memiliki percikan itu, umpan terakhir untuk membuka tim yang terorganisisasi dengan baik. Kami harus menghasilkan lebih banyak tembakan tepat sasaran," ucap Arteta menambahkan.
(sry/ptr)