Jenis Olahraga yang Cocok di Bulan Ramadan, Enggak Bikin Lemes

1 month ago 15

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan, umat Muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, yang berarti tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, jenis olahraga yang dilakukan selama Ramadan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh agar tetap bugar tanpa menyebabkan kelelahan atau dehidrasi.

Jenis olahraga yang cocok dilakukan selama bulan puasa

Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan selama bulan puasa dan tak akan terlalu menghabiskan energi. Berikut daftarnya, merangkum berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Olahraga ringan (Low-Impact)

Olahraga ringan sangat direkomendasikan selama Ramadan, terutama bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa menguras terlalu banyak energi. Beberapa contoh olahraga ringan yang bisa dilakukan adalah:

  • Jalan kaki santai - Bisa dilakukan sebelum berbuka atau setelah tarawih untuk menjaga peredaran darah tetap lancar.
  • Yoga - Membantu meningkatkan fleksibilitas, mengurangi stres, dan menjaga keseimbangan tubuh.
  • Stretching (peregangan) - Berguna untuk melemaskan otot dan mengurangi ketegangan tubuh setelah seharian berpuasa.

2. Olahraga intensitas sedang

Jika tubuh masih memiliki energi cukup, olahraga dengan intensitas sedang bisa menjadi pilihan. Namun, sebaiknya dilakukan setelah berbuka agar tubuh mendapatkan energi yang cukup. Contoh olahraga intensitas sedang:

  • Bersepeda santai - Aktivitas ini tidak terlalu berat dan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.
  • Renang ringan - Bisa menjadi alternatif olahraga yang menyegarkan setelah berbuka puasa.
  • Latihan kekuatan ringan - Seperti angkat beban dengan intensitas rendah, push-up, atau sit-up.

3. Olahraga intensitas tinggi 

Olahraga intensitas tinggi tetap bisa dilakukan selama Ramadan, tetapi harus diperhatikan waktu dan pola latihan yang tepat agar tidak membebani tubuh.

Jika ingin melakukan olahraga intensitas tinggi, sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa atau sebelum sahur.

Jenis olahraga:

  • High-Intensity Interval Training (HIIT) - Dapat dilakukan setelah berbuka dengan durasi yang lebih singkat (10-20 menit).
  • Latihan beban berat - Sebaiknya dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur agar tubuh bisa mendapatkan asupan protein dan nutrisi untuk pemulihan.
  • Lari atau sprint - Jika ingin tetap berlari, lakukan dengan intensitas sedang dan hindari lari jarak jauh saat masih berpuasa.

Saat Ramadan, penting untuk memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan mengatur waktu latihan dengan baik. Jika ingin tetap aktif tanpa membebani tubuh, olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga bisa menjadi pilihan terbaik.

Jika ingin menjaga kekuatan otot, latihan beban ringan setelah berbuka bisa dilakukan. Sedangkan untuk olahraga intensitas tinggi, sebaiknya dilakukan pada malam hari atau sebelum sahur dengan memperhatikan asupan nutrisi dan hidrasi.

Yang terpenting, dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri. Ramadan bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga tentang menjaga kesehatan spiritual dan keseimbangan hidup.

[Gambas:Video CNN]

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi