Prabowo Subianto. Dok. JawaPos
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo ingin membentuk lembaga pengelola dana umat. Wacana ini menuai kritik dari berbagai pihak.
Salah satuya dari Pegiat Media Sosial, Arif Wicaksono. Dia menyinggung bagaimana negara mengelola keuangan.
Arif memberi gambaran, dana haji yang dikelola negara. Sampai keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Dana Haji sudah dikelola Negara, Deviden BUMN sudah dikelola Danantara,” kata Arif dikutip dari unggahannya di X, Senin (9/2/2026).
Lalu sekarang, muncul wacana dana umat dikelola negara. Padahal menurutnya, sudah ada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Sekarang Dana Umat akan dikelola lagi oleh Negara? Bukannya sudah ada BAZNAS?” ujarnya.
Di luar daripada itu, dia menilai dana umat mestinya untuk kesjahteraan umat itu sendiri.
“Dana Umat itu dari Umat Islam untuk kesejahteraan umat Islam,” terangnya.
Prabowo Ingin Dana Umat Dikelola Negara
Presiden Prabowo menyampaikan hal itu saat dirinya memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Sabtu (7/2).
Dia menyebut, dengan kerja sama antara ulama dan umara, Indonesia akan mampu bangkit.
“Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat. Saya diberi laporan oleh Menag, kalau dana umat semua dikelola dengan baik, itu bisa jumlahnya minimal Rp500 triliun satu tahun. Ulama dan umara bersatu, kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menjanjikan pembangunan kantor baru untuk MUI di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Pembangunan Kantor MUI 40 Lantai
Dia menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun gedung 40 lantai untuk MUI, organisasi masyarakat (ormas) Islam, dan lembaga-lembaga umat seperti Badan Zakat Nasional (Baznas).
”Saya sebagai presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter (persegi) untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan,” kata dia.
Prabowo menyebut, pembangunan gedung 40 lantai itu merupakan ide yang berasal dari menag.
Dia bercerita, beberapa bulan lalu imam besar Masjid Istiqlal tersebut datang dan menyampaikan kepada dirinya bahwa saat ini kantor MUI tidak jelas keberadaannya.
”Ini permintaan Imam Besar (Masjid) Istiqlal Profesor Nasaruddin Umar kepada saya beberapa bulan yang lalu. Permintaan beliau juga sebagai menteri agama,” kata dia. (Arya/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:





































