Warga Transmigrasi di Kalimantan Selatan Menangis ke Prabowo, SHM Mereka Tidak Diakui

13 hours ago 2
tangkapan layar transmigram menagis karena lahannya dirampas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Viral di Media Sosial (Medsos) curhat warga transmigrasi di Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, mengenai lahan pertanian mereka yang diduga dirampas pihak perusahaan.

Pegiat Medsos, Murtadha One, yang dikenal sering menulis terkait genre sosial turut menaruh perhatiannya atas keresahan warga tersebut.

"Ini gimana? Transmigran resmi Pemerintah, sertifikatnya bisa dibatalkan BPN secara sepihak untuk dialihkan ke perusahaan?," ujar Murtadha dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (9/1/2026).

Merasa terpanggil jiwanya untuk menyuarakan suara rakyat kecil, ia menagih janji Presiden Prabowo Subianto yang ingin menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Zolim banget ini kalian ATR/BPN, Prabowo," sesalnya, tidak percaya masih ada orang-orang yang dizalimi demi kepentingan elite.

Warga Ramai-ramai Mengadu ke Prabowo

Dalam video yang diunggah Murtadha, salah seorang warga mengaku tidak tahu harus meminta pertolongan ke mana lagi selain Presiden Prabowo.

"Pak Presiden saya mohon pertolongan sampean, jadi kami udah lama tanah kami dihabiskan perusahaan," ucap warga yang tidak diketahui namanya tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun tanahnya dirampas, pihak perusahaan tidak memberikan ganti rugi kepada mereka.

"Karena kami sudah lama sekali tinggal di sini, sampai istri, anak meninggal di sini," imbuhnya.

Sudah Menetap di Desa Bekambit Sejak Era Soeharto

Warga lainnya, mengaku telah menetap di Desa Bekambit sejak ditransmigrasikan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto

"Saya dapat (menunjukkan SHM dan bukti pembayaran pajak) dari negara Republik Indonesia," ia menuturkan.

"Iniloh pajaknya, saya membayar pajak, pak Presiden lihat lahan saya sudah diginikan sama perusahaan," tambahnya.

Ia mengaku tidak bisa apa-apa sebagai rakyat kecil. Sementara, pada sisi lain mereka membutuhkan lahan tersebut untuk menyambung hidup.

"Tolong kami sebagai rakyat kecil, saya orang bodoh tidak bisa apa-apa. Sampai anak saya meninggal di sini, suami saya sudah meninggal. Saya bagaimana? Tolong saya pak. Mohon kebijakan dari presiden," cetusnya.

Sertifikat Tanah Tidak Berguna Lagi

Warga lainnya juga mengungkapkan hal senada. Ia menuturkan bahwa lahan mereka telah diobrak-abrik oleh perusahaan (PT SSC, red) tanpa adanya ganti rugi.

"Kasian ini orang-orang di sebelah saya, semua memegang sertifikat yang sepertinya gak ada lagi gunanya pak. Tanahnya sudah rusak sama sekali, tolong bapak lihat lagi di belakangnya," ucapnya.

Kata dia, tanah yang selama ini digarap untuk memenuhi kebutuhan hidup telah dihancurkan pihak tidak bertanggungjawab.

"Minta tolong ke siapa lagi kalau bukan sama bapak, karena ketua transmigrasi saya yang telah memperjuangkan, yang nyata-nyata benar ternyata dipenjara," imbuhnya.

"Ada lagi temannya, pengacara, membela tanah transmigrasi nyata-nyata dipenjara," tandasnya.

Warga Geruduk Kantor BPN

Puluhan warga Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, sebenarnya telah mendatangi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (22/4/2025) lalu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi