Jakarta, CNN Indonesia --
Kekhawatiran soal privasi kembali mencuat setelah seorang pakar teknologi memperingatkan pengguna Gmail agar segera menonaktifkan sejumlah fitur tertentu.
Langkah ini dinilai penting, di tengah dugaan bahwa Google dapat secara otomatis mengakses email yang mengandung informasi sensitif para pengguna.
Menurut pakar tersebut, data dari email pengguna berpotensi dimanfaatkan untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI). Ia mendesak pengguna untuk lebih cermat mengelola pengaturan privasi demi melindungi informasi penting yang tersimpan di layanan email tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan PENTING untuk semua pengguna Gmail," tulis YouTuber teknik Davey Jones dalam sebuah postingan viral di X tentang dugaan Trojan Horse digital ini, melansir New York Post, Selasa (6/1).
"Anda telah secara otomatis DIAKUI SETUJU untuk mengizinkan Gmail mengakses semua pesan pribadi dan lampiran Anda guna melatih model kecerdasan buatan," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa pengguna dianggap telah secara otomatis menyetujui pemberian izin kepada Gmail untuk mengakses seluruh pesan pribadi dan lampiran mereka guna melatih model kecerdasan buatan.
Ahli keamanan siber tersebut menambahkan bahwa pengguna harus mematikan fitur Smart Features secara manual melalui menu Pengaturan di dua lokasi.
Menurut postingan tersebut, pengguna desktop dan laptop perlu mengklik tab "Lihat semua pengaturan", navigasi ke pengaturan "Fitur pintar", dan hilangkan centang pada "Aktifkan fitur pintar di Gmail, Chat, dan Meet".
Selanjutnya, klik "Kelola pengaturan fitur pintar Workplace", setelah itu Anda akan diarahkan ke jendela pop-up tambahan yang memungkinkan Anda memilih atau menghapus pilihan fitur di Google Workspace dan produk Google lainnya.
Menonaktifkan fungsi-fungsi ini akan mematikan fitur "Tanya Gemini" di Gmail, yang menyediakan ringkasan konten dan saran dari Google Assistant dan aplikasi Gemini.
Sementara itu, mengubah pengaturan ini di smartphone memerlukan pengguna untuk membuka halaman pengaturan (terletak di bagian bawah menu kotak masuk) dan mengklik "Privasi Data", seperti dilaporkan oleh Huffington Post.
Hal ini memungkinkan mereka untuk menonaktifkan "Fitur Cerdas" dan mengikuti proses yang sama untuk Google Workspace dan produk Google lainnya.
Namun, hal ini juga akan menonaktifkan banyak alat berguna. Di antaranya adalah fitur seperti "Smart Compose", fungsi yang menyaring email ke kotak masuk "Promosi" dan "Sosial", serta fitur dasar seperti pengecekan ejaan, pengecekan tata bahasa, dan koreksi otomatis.
Hal ini terjadi setelah gugatan yang diajukan oleh warga Illinois, Thomas Thele, pada 25 November. Dalam gugatan tersebut, ia mengklaim bahwa pada 10 Oktober 2025,Google secara diam-diam mengaktifkan AI nya.
"Google secara diam-diam mengaktifkan Gemini untuk semua akun Gmail, Chat, dan Meet pengguna, memungkinkan AI melacak komunikasi pribadi pengguna yang terdapat di platform-platform tersebut tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna," ucap Tomas.
Ia menambahkan bahwa hingga tanggal pengajuan tersebut, Google masih melacak komunikasi pribadi melalui Gemini secara default dan mengharuskan pengguna secara aktif mencari serta menonaktifkan pengaturan privasi data itu, meskipun mereka sejak awal tidak pernah menyetujui pelacakan AI semacam itu.
Seorang perwakilan Google mengatakan kepada Huffington Post melalui email bahwa laporan-laporan tersebut "menyesatkan."
"Fitur Cerdas Gmail telah ada selama bertahun-tahun, dan kami tidak menggunakan konten Gmail Anda untuk melatih model AI Gemini kami," kata mereka, sambil menambahkan bahwa mereka menerapkan transparansi penuh saat memperbarui "layanan dan kebijakan" mereka.
(wpj/dmi)

20 hours ago
3












































