Rangkaian Aksi Hari ke-3 'Indonesia Gelap': Aceh, Solo, Palangka Raya

1 day ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi mahasiswa 'Indonesia Gelap' kembali bergulir pada Rabu (19/2) kemarin di sejumlah daerah setelah rangkaian demo hari pertama dan kedua pada Senin (17/2) dan Selasa (18/2) digelar di Jakarta hingga Makassar. 

Aksi Indonesia Gelap kemarin digelar di antaranya di Banda Aceh (Aceh), Tasik Malaya (Jawa Barat), Solo (Jawa Tengah), hingga Palangka Raya (Kalimantan Tengah).

Dan, pada hari ini Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar puncak aksi "Indonesia Gelap" di Jakarta pada Kamis (20/2) ini. Selasa dan Rabu lalu tak ada aksi 'Indonesia Gelap' di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa lalu, Koordinator BEM SI mengatakan tak ada aksi di Jakarta pada hari itu karena mereka menyerahkan konsolidasi di internasl masing-masing kampus untuk bersama-sama mempersiapkan aksi pada hari ini.

"Hari ini dimaksimalkan sama teman-teman buat konsolidasi masing-masing internal kampus," kata Herianto kepada CNNIndonesia.com, Selasa lalu.

"Karena Rabu teklap (teknis lapangan) baru Kamis-nya aksi di Istana," imbuhnya.

Puncak aksi itu pun berbarengan dengan rencana pelantikan hampir seribu orang kepala daerah hasil pilkada serentak 2024 oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada hari ini.

Berikut rangkuman aksi mahasiswa 'Indonesia Gelap' di sejumlah daerah di Indonesia pada Rabu kemarin.

Solo

Ratusan mahasiswa menggelar aksi 'Indonesia Gelap' di depan Kantor DPRD Kota Solo, Rabu lalu hingga memblokade jalan Adi Sucipto yang merupakan salah satu jalur utama di Kota Solo. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Bandara Adi Soemarmo menuju Kota Solo.

Pantauan CNNIndonesia.com, aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Soloraya tetap berunjuk rasa di tengah guyuran hujan.

Mereka membentangkan spanduk berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Di antaranya bertuliskan 'Indonesia Gelap' 'Tolak RUU TNI - Polri' hingga 'Adili Jokowi'.

Sepanjang aksi, mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa bergantian orasi di depan massa. Mereka menyoroti berbagai permasalahan yang sedang dialami masyarakat.

"Salah satunya efisiensi anggaran yang benar-benar merugikan rakyat," kata salah satu demonstran, Okta.

Mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu menilai efisiensi yang dilakukan pemerintah tidak direncanakan dengan matang, sehingga dampaknya justru merugikan masyarakat.

Demonstran juga menyoroti kerusakan hutan adat di berbagai daerah. Tak hanya merusak lingkungan, kerusakan hutan juga dianggap melanggar hak-hak masyarakat adat.

"Banyak teman dari Papua dan Kalimantan, Sumatera, banyak yang mengeluhkan mana hutan kita yang digunduli? Mereka mempertanyakan keadilan untuk masyarakat adat mereka," kata Okta.

Makassar

Makassar menjadi salah satu kota yang konsisten berlangsung aksi 'Indonesia Gelap' dalam tiga hari terakhir. Pada Rabu lalu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) menggelar aksi Indonesia Gelap di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka menuntut mencabut Inpres Nomor 1 tahun 2025 soal efisiensi anggaran dan mengevaluasi program makanan bergizi gratis.

Aksi mahasiswa berlangsung dengan memblokade jalan sambil membakar ban bekas, sehingga menimbulkan kemacetan panjang di depan kampus UNM.

Banda Aceh

Aksi 'Indonesia Gelap' digelar massa dari kelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh' di halaman DPR Aceh, Banda Aceh. Massa mendesak pemerintah pusat mengevaluasi Instruksi Presiden (Inpres) soal efisiensi anggaran serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB, Rabu (19/2/2025) berakhir setelah sejumlah anggota DPR Aceh menerima tuntutan mereka. Peserta aksi dan pihak legislatif kompak duduk lesehan di bawah terik matahari.

Ada sejumlah poin tuntutan yang diteken Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK 2025 Muhammad Ikram serta ketua umum BEM masing-masing fakultas. Anggota DPR Aceh ikut membubuhkan tandatangan pada lembar berisi tuntutan.

Dalam aksi itu, mahasiswa menuntut pengembalian dana Otonomi Khusus (Otsus) seperti semua serta menuntut DPR Aceh dalam mengawasi realisasi anggaran Otsus dan transparansi anggaran ke seluruh sektor. Mahasiswa juga meminta pemerintah pusat mengevaluasi beberapa kebijakan.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut DPR RI untuk mengevaluasi dan mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan tidak membebani keuangan negara.

Baca halaman selanjutnya...


Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi